Sudah beberapa hari ini ga berasa nyaman, puncaknya Minggu 19/10 kemarin sebelum azan magrib pecah tawuran antar warga. yang melibatkan warga pasar Gembrong dan warga gang 7. sebenarnya dua kelompok tersebut agak jauh dari tempat gue tinggal, kira2 200 dan 300 meter namun karena tinggal di tengah2 kelompok mereka alhasil menjadi korban juga.
Senja itu menjadi mencekam karena teriakan dari kedua kelompok juga lemparan batu, botol minuman dan benda2 lainnya. Suara dari speaker masjid yang mengingatkan mereka juga tak digubris. sampai menjelang Isya baru terdengar letusan senjata api yang ternyata dari tembakan peringatan dari polisi. Mendengar suara tembakan kedua kubu melarikan diri, usailah tawuran masaal tsb. kami yang tinggal di lokasi kejadian kebagian membersihkan sisa pecahan batu dan beling bekas botol. danĀ atap rumah mertua pun ikut terkena lemparan batu… sialan!
Sebenarnya kejadian tersebut bukan pertama kali terjadi, sudah sering malah. tidak ada yang tau kapan mulainya pertikaian itu dan apa penyebab pastinya. sudah terjadi bertahun-tahun dan sudah menjadi tradisi. Dengan penyulut yang sepele saja dapat terjadi tawuran masaal tsb.
Bagaimana mengatasi permasalahan ini? Nampaknya peristiwa ini bukanlah peristiwa yang dengan mudah dapat disembuhkan. Ikrar perdamaian sudah tidak bisa dihitung lagi jumlahnya saking sering dilakukan. juga pasukan anti tawuran dari warga sendiri pun sudah dibentuk namun tidak juga menyelesaikan masalah.
tadi malam pun suasana masih mencekam, banyak anak muda bergerombol di dekat gang nya masing2 tinggal tunggu pemicu. namun masing2 membubarkan diri setelah datang polisi berpakaian preman.
… entah sampai kapan?
gambar disunting dari wikimapia.org








Menang jadi arang… kalah jadi abu.
Bertemfur memperebutkan fefesan kosong…
ane doain, moga aja kita makin dewasa dan arif dalam bersikap dan bertindak. Kagak buang-buang energi melakukan perbuatan yang sia-sia, bahkan merugikan diri sendiri.
jaman gini kok masih suka tawuran ya? mungkin karena banyak pengangguran, jadi banyak yang kurang kerjaan. karena ngga ada kerjaan, trus tawuran.
teori yang ngawur, tapi begitulah. hehehe
lebih enak tinggal di asrama ye… aman..
heran juga. mau-maunya mereka diajak tawuran. pasti mereka bukan blogger
tawuran itung2 sekalian menjarah.. lumayan kan..
coba kenal http://www.travian.com kaya diriku, pasti… ga tawuran
Mungkin warga di sekitarmu adalah lulusan STM semua..jadi masih kebawa tradisi semasa seklah..he..he.
Kalau mau ga tawuran lagi di bikin aja kaya tembok berlin
jejerin ajah vespa ma ontelnya di jalan mas…biar ga bisa pada lewat….atow undang anak2 vespa rat biar pada liat mas..heheheh
no,…bilangin aja ke mereka, besok2 kalo mau tawuran bahan untuk ngelemparnya jangan pake batu, botol, bahaya kalo kena kepala orang bisa bocor, ntar kalo kena rumah genteng pada bolong + kaca rumah pada pecah, bilang…ganti pake uang aja, dijamin warga yang tinggal di daerah konflik pasti suka banget, malah disuruh tawuran terus kalee…
Damai…damai…mari kita mengadakan perdamaian, ciptakan suasana kondusif di negeri ini.
Sepeda ontel adalah sarana untuk menciptakan kedamain. Hidup ontel…!!!
lagi ngetrend kale tawuran…heuheuheu
-2 & 7- nggak juga kayaknya…buktinya yg katanya mempunyai otak pintar masih ada aja yg tawuran..malahan lebih-lebih dari preman…kuliah kok bawa parang..bwahahaha..atau memang nggak cocok jadi anak kampus…biasa dikebun….
Wahhhh Bisa buat kayak Lagu Glenn tuh Kisah Tak Berujung
woooiiii. sodare-sodare jangan berantem terus kapan mo maju negara kita ini…mari hidupkan musyawarah untuk mufakat betul gak bang….?????
amaann……… amannn…….. ammaan……amaaannn…….. PEACE…….. Hidup Mbah Surip!